h1

komunikasi terapeutik

April 21, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sejarah dan perkembangan kajian ilmu komunikasi berdasarkan banyaknya persepsi yang menganggap komunikasi itu mudah, padahal kesalahan dalam melakukan komunikasi dapat berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain. Banyak peristiwa besar yang terjadi di dunia ini dikarenakan kesalahpahaman antara yang disampaikan dan yang menerima.

Dalam keseharian manusia selalu melakukan komunikasi, karena komunikasi sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat tetapi tidak sedikit diantara kita yang melakukan kesalahan dalam berkomunikasi. Secara ringkas kita mengetahui beberapa unsur komunikasi yaitu sumber, pengirim pesan, media, penerima pesan dan efek.

Dalam perkembangannya, komunikasi yang akan dibahas dalam presentasi ini adalah komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah dan perkembangan kajian ilmu komunikasi itu akan kita bahas dalam makalah ini.

2. Tujuan

2.1. Tujuan Umum

Memberitahu kepada pembaca bentuk dari kominukasi agar tidak terjadi kesalah fahaman dari hasil komunikasi.

2.2. Tujuan khusus

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca dapat mengetahui sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi dan apa itu komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal, serta bentuk-bentuknya. Serta memberitahu kepada pembaca tentang hal –hal yang memperngaruhi komunikasi intrapersonal dan interpersonal.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

1. Sejarah dan perkembangan kajian ilmu komunikasi

Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan kapan dan bagaimana komunikasi pertama kali muncul. Kami mencoba untuk memaparkan sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi.

1.1 Development of Speech and Journalism (1900 – 1930-an)

Komunikasi pada awal abad 20 adalah pidato atau dikenal juga istilah Public Speaking. Meskipun jurnalisme (cetak) sudah dikenal lama, namun sebagai sebuah studi formal praktek jurnalisme baru dipelajari pada awal tahun 1900. Jurnalisme semakin berkembang pesat dengan ditemukannya radio pada tahun 1920 dan televisi pada awal 1940.

1.2 Interdisciplinary Growth (1940- 1950-an)

Ruang lingkup ilmu komunikasi menjadi semakin luas secara substansial. Beberapa ilmuwan dari beberapa disiplin ilmu yang lain seperti antropologi, politik, sosiologi, dan psikologi mulai memperluas batasan ilmunya dan mulai mengembangkan teori-teori komunikasi.

Pada periode ini dikenal beberapa model komunikasi seperti model komunikasi Harold Lasswell, model matematika dari Shannon-Weafer, dan model komunikasi dari Osgood-Schramm.

1.3 Growth and Specialization (1970-an dan awal tahun 1980)

Pada periode ini minat terhadap ilmu komunikasi semakin luas dan komunikasi sendiri mulai memilik banyak difersifikasi. Ilmu komunikasi menjadi populer dan memiliki bidang kajian yang semakin spesifik seperti misalnya komunikasi inter personal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi politik, komunikasi intra personal, dan sebagainya.

1.4 The Information Age (Awal 1980 dan 1990-an)

Pada periode ini komunikasi dan teknologi informasi memainkan peran yang semakin penting dalam masyarakat. Pengaruh yang ditimbulkan oleh media baru serta layanan informasi dan komunikasi tersebut begitu besar meliputi aspek personal maupun profesional dari seorang manusia.

Informasi menjadi komoditi atau barang ekonomi yang diperdagangkan. Berbagai media baru dalam bentuk konvergensi mulai bermunculan dan semakin meningkatkan kualitas akses informasi oleh masyarakat.

2. Pengertian komunikasi

Pengertian komunikasi menurut Jane Pauley (1999) membandingkan tiga komponen yang harus ada dalam sebuah peristiwa komunikasi. Jadi kalau satu komponen kurang maka komunikasi tidak akan terjadi. Dia berkata komunikasi merupakan :

1. Transmisi informasi.

2. Transmisi pengertian.

3. Mengambil bagian dari kebersamaan.

Walstrom (1992) dari berbagai sumber menampilkan beberapa definisi komunikasi :

1. Komunikasi merupakan pertukaran pesan-pesan secara tertulis dan lisan melalui percakapan atau bahkan melalui penggambaran yang imajiner.

2. Komunikasi merupakan pembagian informasi atau pemberian hiburan melalui kata-kata secara lisan atau tertulis dengan metode lainnya.

3. Komunikasi merupakan pengalihan informasi dari seorang kepada orang lain.

4. Komunikasi adalah proses pengalihan pesan yang dilakukan seorang melalui suatu saluran tertentu pada orang lain dengan efek tertentu.

5. Komunikasi adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan atau perasaan yang tidak saja dilakukan secara lisan dan tertulis melainkan melalui bahasa tubuh atau gaya atau tampilan pribadi atau hal lain di sekelilingnya yang memperjelas makna.

3. Bentuk-bentuk komunikasi

Penyampaian pesan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sehingga didalam komunikasi terdapat bentuk-bentuk komunikasi yang memiliki karakteristik masing-masing, yaitu :

3.1 Komunikasi intra personal.

Komunikasi intra personal adalah komunikasi yang terjadi dalam setiap individu atau komunikasi dengan diri sendiri. Karakteristik komunikasi intra personal adalah:

1. Berfokus pengolahan informasi yang didapat seseorang dari peristiwa-peristiwa yang terjadi.

2. Terjadi ketika seorang individu sedang dalam keadaan ragu, bingung.

3. Melibatkan alat indera, karena didalam komunikasi intra personal akan terjadi proses penyimpanan informasi dan pemberian makna terhadap apa yang terjadi dalam diri seseorang.

4. Dapat memberikan perubahan didalam diri seseorang baik yang bersifat positif maupun negatif.

3.2 Komunikasi inter personal

Komunikasi inter personal adalah komunikasi yang terjadi antara individu dengan individu yang lain. Karakteristik komunikasi inter personal adalah:

1. Komunikasi inter personal merupakan komunikasi yang paling efektif dalam hal upaya merubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang.

2. Komunikasi yang terjadi bersifat diaglogis, yaitu berupa percakapan antara komunikator dengan komunikan, bahkan dapat terjadi tanya jawab.

3. Arus balik didalam komunikasi inter personal terjadi secara langsung, karena komunikator dapat mengetahui, tanggap/respon dari komunikan ketika komunikasi terjadi.

4. Pesan yang disampaikan kepada komunikan berupa masukan/nasehat yang dapat mangarahkan bahkan ke suatu tujuan yang diinginkan.

5. Komunikator dapat mengetahui hasil dari komunikasi yang dilakukan.

6. Antara komunikator dengan komunikan terjadi hubungan yang erat/saling mengenal.

4. Tujuan komunikasi (intra personal, interpersonal)

Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga        bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang dan melatih penggunaan bahasa non verbal secara baik.

5. Komunikasi Terapeutik

Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal, dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi in adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48).

Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).

6. Manfaat Komunikasi Terapeutik

Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat (Indrawati, 2003 : 50).

7. Tujuan Komunikasi Terapeutik.

Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.

Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien, Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.

8. Jenis Komunikasi Terapeutik

Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. Menurut Potter dan Perry (1993) dalam Purba (2003), komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik.

Menurut Potter dan Perry (1993), Swansburg (1990), Szilagyi (1984), dan Tappen (1995) dalam Purba (2003) ada tiga jenis komunikasi yaitu verbal, tertulis dan non-verbal yang dimanifestasikan secara terapeutik.

a. Komunikasi Verbal

Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah pertukaran informasi secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. Kata-kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau menguraikan obyek, observasi dan ingatan.

Komunikasi Verbal yang efektif harus:

· Jelas dan ringkas

Komunikasi yang efektif harus sederhana, pendek dan langsung

· Perbendaharaan Kata (Mudah dipahami)

Komunikasi tidak akan berhasil, jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan

· Arti denotatif dan konotatif

Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan arti konotatif merupakan pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata

· Waktu dan Relevansi

Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan.

· Humor

Dugan (1989) dalam Purba (2003) mengatakan bahwa tertawa membantu pengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.

b. Komunikasi Tertulis

Komunikasi tertulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam bisnis, seperti komunikasi melalui surat menyurat, pembuatan memo, laporan, iklan di surat kabar dan lain- lain.

Keuntungan Komunikasi tertulis adalah:

1. Adanya dokumen tertulis

2. Sebagai bukti penerimaan dan pengiriman

3. Dapat meyampaikan ide

4. Memberikan analisa, evaluasi dan ringkasan

5. menyebarkan informasi kepada khalayak ramai

6. Dapat menegaskan, menafsirkan dan menjelaskan komunikasi lisan.

7. Membentuk dasar kontrak atau perjanjian

8. Untuk penelitian dan bukti di pengadilan

Kerugian Komunikasi tertulis adalah:

1. Memakan waktu lama untuk membuatnya

2. Memakan biaya yang mahal

3. Komunikasi tertulis cenderung lebih formal

4. Dapat menimbulkan masalah karena salah penafsiran

5. Susah untuk mendapatkan umpan balik segera

6. Bentuk dan isi surat tidak dapat di ubah bila telah dikirimkan

7. Bila penulisan kurang baik maka akan membingungkan Si pembaca.

c. Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dan saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan, karena isyarat non verbal menambah arti terhadap pesan verbal.

9. Faktor – faktor penghambat komunikasi

Faktor-faktor yang menghambat komunikasi intra personal dan interpersonal adalah :

1) Perkembangan.

2) Persepsi.

3) Nilai.

4) Latar belakang sosial budaya.

5) Emosi.

6) Jenis Kelamin.

7) Pengetahuan.

8) Peran dan hubungan.

9) Lingkungan.

10) Jarak.

11) CitraDiri.

12) Kondisi Fisik.

BAB III

PEMECAHAN MASALAH

Komunikasi efektif menurut Stewart. L Tubbs dan Sylvia Moss (1974) paling tidak menimbulkan 5 hal, yaitu :

1. Pengertian

Pengertian artinya penerimaan yang cermat dari isi pesan seperti yang dimaksud oleh komunikator. Sering terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi dikarenakan kesalahan dalam mengartikan pesan oleh orang yang diajak bicara.

2. Kesenangan

Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi dan membentuk pengertian. Ketika kita mengucapkan “Selamat Pagi”, “Apa Kabar ?”, kita tidak mencari keterangan. Komunikasi ini hanya dilakukan untuk mengupayakan agar orang lain merasa apa yang disebut analisis transaksional sebagai “Saya oke-Kamu oke”. Komunikasi ini lazim disebut komunikasi fatis ( phatic communication ), yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan. Komunikasi inilah yang menjadikan hubungan menjadi akrab, hangat, dan menyenangkan.

3. Mempengaruhi sikap

Paling sering kita melakukan komunikasi untuk mempengaruhi orang lain. Contohnya : Khotib ingin membangkitkan sikap beragama dan mendorong jamaah beribadah lebih baik, guru ingin mengajak muridnya lebih mencintai ilmu pengetahuan, pemasang iklan ingin merasang selera konsumen dan mendesaknya untuk membeli, dan sebagainya. Semua ini adalah komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor pada diri konselor dan pesan yang menimbulkan efek pada komunikasi.

4. Hubungan sosial yang baik

Komunikasi juga ditujukan untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia ingin berhubungan dengan orang lain secara positif. Abraham Maslow ( 1980 ) menyebutnya “kebutuhan akan cinta” atau “belongingness”. Kebutuhan sosial ini hanya dapat dipenuhi dengan komunikasi interpersonal yang efektif.

Bila kegagalan untuk menimbulkan pengertian disebut kegagalan komunikasi primer, gangguan hubungan manusiawi yang timbul dari salah pengertian adalah kegagalan komunikasi sekunder ( secondary breakdown )

5. Tindakan

Komunikasi untuk menimbulkan pengertian tidaklah mudah, tetapi lebih sukar lagi mempengaruhi sikap dan jauh lebih sukar lagi mendorong orang untuk bertindak. Tetapi efektifitas komunikasi biasanya diukur dari tindakan nyata yang dilakukan komunikan. Contohnya : Kampanye KB berhasil bila akseptor mulai menyediakan diri untuk dipasang AKDR.

Menimbulkan tindakan nyata memang indikator efektifitas yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tindakan, kita harus berhasil terlebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap atau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil kumulatif seluruh proses komunikasi.

BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari uraian di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan :

1. Sejarah dan perkembangan kajian ilmu komunikasi telah melewati beberapa tahap yaitu :

§ Development of Speech and Journalism.

§ Interdisciplinary Growth.

§ Integration

§ The Information Age.

2. Pengertian komunikasi secara umum adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan.

3. Rudolph F. Verderber mengemukakan bahwa komunikasi itu mempunyai dua fungsi :

Ø Fungsi sosial, yaitu untuk tujuan kesenangan, menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan.

Ø Fungsi pengambilan keputusan, yaitu memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada suatu saat tertentu.

4. Beberapa unsur komunikasi, secara singkat yaitu : sumber, pengirim pesan, media, penerima pesan, dan efek.

5. komunikasi terapeutik adalah jenis dari komunikasi interpersonal.

6. Apabila komunikasi dilakukan dengan baik, maka hasilnya akan berupa pengertian, kesenangan, perubahan sikap, hubungan sosial yang baik dan tindakan.

2. Saran

Dengan demikian diharapkan kita semua dapat memahami arti komunikasi dan dapat berkomunikasi dengan baik, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan dalam berkomunikasi.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: